Langsung ke konten utama

JANGAN MEROKOK DIAREA PERINGATAN MAULID

*JANGAN MEROKOK DI AREA PERINGATAN MAULID*

 *قال سيدي الإمام الحبيب أحمد بن حسن العطاس :
 و رأيت النبي صلى الله عليه و سلم خارجا من بعض البيوت في سيوون فسأله فقال : جئت لأحضر مولدا في هذا الدار لكن رأيت فيه تنباكا فخرجت
*  (تذكير الناس) 

 Berkata Imam Al-Habib Ahmad bin Hasan Al-Attas : Aku melihat Nabi S.A.W (kemungkinan besar dalam mimpi beliau) bahwa Nabi S.A.W keluar dari sebuah rumah di daerah kota Sewun (di Hadhromaut), kemudian Habib Ahmad bin Hasan Al-Attas bertanya kepada Nabi S.A.W kenapa jadi keluar dari rumah itu? Nabi S.A.W menjawab : Tadinya aku datang untuk hadir pembacaan maulid di rumah ini akan tetapi aku lihat di dalamnya ada tembakau maka aku pun keluar dari rumah itu. . 

[ Dikutip dari kitab: _Tadzkirun Naas_ karya Habib Abu Bakar Attas Al-Habsyi ]


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAGAIMANA HUKUM MAKAN KEPITING...?

📗 كتاب عيش البحر 📗 في بيان الحيوان الذي لا يعيش الا في البحر والذي يعيش في البر والبحر ⁦✍️⁩ للشيخ محمد أنوار البتاعي الإندونيسي رحمه الله تعالى https://drive.google.com/file/d/1b6Y6XPNNaBlzl0I3z18rsScylIoj5Xrd/view?usp=drivesdk Fikih Kuliner: Aisyul Bahri, Kitab Ulama Batang yang Hilang Penulis: Zaim Ahya Senin, 24 Desember 2018 Kitab Aisyul Bahri karya Kiai Anwar Batang ini menjelaskan tentang hewan-hewan yang hanya hidup di laut (air), dan hewan yang hidup di laut dan darat, beserta status hukum mengonsumsinya. Kitab ini pertama kali penulis dengar dari Kiai Dimyati Rois Kaliwungu. Kiai yang juga petani sekaligus politisi ini, dalam beberapa kali ceramahnya, mengisahkan, bahwa Kiai Anwar Batang itu satu masa dengan Kiai Nawawi Banten dan Kiai Kholil Bangkalan. Bahkan, menurut Abah Dem (panggilan santri dan masyarakat kepada beliau) pernah terjadi pertemuan para ulama di rumah Kiai Anwar Batang di Alas Roban, yang dihadiri oleh Kiai Nawawi Banten beserta ulama Banten, Kiai Kho...

Alquran merupakan pedoman dalam kehidupan

Alquran merupakan pedoman dalam kehidupan Disunatkan menangis ketika membaca alquran, dan berusaha untuk menangis terhadap yang tidak mampu, dan membaca dalam keadaan gundah dan khusyu'. Imam nawawi dalam syarah muhazzab mengatakan " Adapun cara agar dapat menangis pada saat membaca Al-Qur’an adalah dengan cara menghadirkan kesedihan didalam hati dengan membayangkan peringatan serta ancaman-ancaman yang keras untuk kemudian merenungi kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat akibat keteledorannya dan apabila cara tersebut tidak mampu membuatnya menangis, maka menangislah atas kegagalan tersebut karena sesungguhnya hal itu adalah musibah yang besar.  Wallahu a’lam bis shawab.  referensi يُسْتَحَبُّ الْبُكَاءُ عِنْدَ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ وَالتَّبَاكِي لِمَنْ لَا يَقْدِرُ عَلَيْهِ وَالْحُزْنُ وَالْخُشُوعُ قَالَ فِي شَرْحِ الْمُهَذَّبِ: وَطَرِيقُهُ فِي تَحْصِيلِ الْبُكَاءِ أَنْ يَتَأَمَّلَ مَا يَقْرَأُ مِنَ التَّهْدِيدِ وَالْوَعِيدِ الشَّدِيدِ وَالْمَوَاثِيقِ وَالْعُهُودِ...

KISAH TERBUNUH SAIDINA UTSMAN

 KISAH TERBUNUH SAIDINA UTSMAN Dari Azzuhri: aku katakan bagi Ibnu Musayyab, bolehkah engkau ceritakan tentang pembunuhan Saidina Usman dan mengapa Sabahat Rasulullah membiarkannya? Berkata Ibnu Musayyab: Saidina Usman dibunuh dengan didhalimi sedangkan orang yang membunuhnya adalah orang yg dhalim, dan orang yang membiarkannya karena keozoran.. Bagaimana demikian? Tatkala Beliau memimpin, membenci atas kepimpinannya oleh sebagian sahabat karena beliau lebih mencintai kaumnya, dan terlebih banyak melantik bani umayah yg mana mereka bukan sahabat, Dan dengan kepimpinannya beliau memberlakukan hal-hal yang dibenci oleh sebagian sahabat tersebut, Pada 6 tahun terakhir beliau memilih bani umayah dan melantik mereka tidak selain mereka dan memerintahkan dengan bertaqwa kepada Allah, Maka beliau melantik Abdullah bin Sarah Akan mesir, menetap ia beberapa tahun disana, maka datang penduduk mesir mengadukannya dan terdhalimi mereka darinya.. (Imam Adz-Dzahabi dalam Siyaru A’lâmin Nubalâ...